Senin, 10 Desember 2012

KUMPULAN PUISI UNTUK IBU

Segurat Bayangan Tua


Teduhnya sore ini hampir menampakkan kemuning senjanya,,
mengaburkan lamunan yang sesekali menciptakan kebisuan,,
ada segurat bayangan tua dibenakku,
mengintaiku seolah ingin menghancurkan puing-puing lamunan itu,,
sebuah bayangan klise tersenyum dengan kerut di pipinya,,
0h Tuhan,,
senyum itu adalah senyum yang dulu biasa ku lihat setiap saat,,
senyum yang slalu bisa ku miliki,,
dan senyum dari seseorang yang selalu mampu buat hati ini bergetar..

ayah,,
aku tau,, kau datang untuk menjengukku...
Memastikan keadaanqu..
Meskipun hadirmu hanya dalam bentuk klise,,
tapi aqu tetap merasa kau nyata...



Hilangmu,, Piluku

Seandainya,,,
Matahari itu adalah rasa intimku dengan ayah
Aku tak tahu bagaimana menghadirkan kembali matahari itu
Satu-satunya matahari yang terbit kemarin
telah ditelan garhana berkepanjangan
Apakah ini cemburu,,,???
Entahlah,, aku tak tahu....
Aku hanya merasakan rasa memilikiku terusik oleh seseorang
yang seharusnya tak boleh mengganggu keintimanku dengan ayah
Tapi,, aku tak bisa mencegahnya
Sorot langkahnya begitu yakin untuk mengambil ayah dari pelukanku....
Jika memang aku harus membiarkanmu hilang,,
Tak apa...
Piluku kini mungkin akan sirna nanti..


Laksana Cintamu

Ibu,,
jika memang dengan aku menjelma angin,
lantas kau dapat merasakan kesejukan itu,,
akan ku lakukan itu untukmu,,
aku tak tau akan seberapa berharganya hidupku bila tanpamu..
Karena Yang ku tau,,
kau mampu membuat cinta ini semakin besar..

Kau t’lah banyak berjuang untukku,, untuk nafasku..
Kalaupun aku bisa menciptakan sedikit senyuman itu,,
mungkin itu tak kan pernah sebanding dengan apa yang kau lakukan untuk hidupku..
Aku selalu berharap,, Tuhan tak pernah ambil senyum itu darimu

Percayalah,,
aku mencintaimu dengan hati,,
dengan hati yang tak bisa ku sematkan pada wanita selainmu
dan aku menyayangimu dengan nada,,
dengan nada yang tak bisa ku harmonikan pada yang lain..


_Ada Rindu_

Kalau saja aku tak pernah mengenalmu
dan kau pun tak pernah meninggalkanku
Mungkin aku tak kan pernah tau yang namanya rindu

Aku rindu cara kau menatapku
Aku rindu cara kau membuatku tersenyum
dan aku rindu semua tentangmu,,,

Ada rindu yang kini menggantung di sukmaku
terpatri hanya pada hatimu
Rinduku padamu mengalahkan gelisah dan gundahku
Aku tak mampu menghapus bayangmu
Tulusmu adalah harmoni hatiku

Kalau saja aku tak pernah mengenalmu
Mungkin aku tak kan pernah tau cantiknya pagi,,,
indahnya senja,,, dan hangatnya mentari,,,


Sendiri Lebih Baik

Ku lepas kau untuk bebas
Aku tau kau kecewa,,, tapi ini adalah pilihan
Tak ingin ku menipu batinku dan batinmu
Rasa dihati ini tak seperti rasa yang dulu
Aku melepasmu bukan karena ada cinta yang lain
Dan bukan karena kau tak peduli apa mauku
Tapi aku tak mungkin berjalan beriringan dengan cintamu

Aku tak ingin mengecewakanmu dengan rasaku yang kosong
Aku lebih ingin kau menjadi temanku
Saperti awal kau mengenalku dan ku mengenalmu

Maafkan,,, maafkan aku,,
Jika kau berpikir aku terlalu mudah untuk melepasmu
Tapi ku pikir inilah yang terbaik
Aku tak mungkin melibatkanmu terlalu jauh pada rasa yang kini tak ada dihatiku
Aku ingin kau mengerti untuk yang ini

Percayalah,,
Kau masih mampu dapatkan yang lebih baik dariku
Hatimu lebih pantas dimiliki oleh wanita selainku..



M - O - T - H - E - R

"M" is for the million things she gave me,
"O" means only that she's growing old,
"T" is for the tears she shed to save me,
"H" is for her heart of purest gold;
"E" is for her eyes, with love-light shining,
"R" means right, and right she'll always be,
Put them all together, they spell
"MOTHER,"
A word that means the world to me.

by Howard Johnson (c. 1915)


Before I was a Mom

Before I was a Mom -
I slept as late as I wanted and never worried about how late I got into bed. I brushed my hair and my teeth everyday.
Before I was a Mom -
I cleaned my house each day. I never tripped over toys or forgot words to a lullaby. I didn't worry whether or not my plants were poisonous. I never thought about immunizations.
Before I was a Mom -
I had never been puked on - Pooped on - Spit on - Chewed on, or Peed on. I had complete control of my mind and My thoughts. I slept all night.
Before I was a Mom -
I never held down a screaming child so that doctors could do tests...or give shots. I never looked into teary eyes and cried. I never got gloriously happy over a simple grin. I never sat up late hours at night watching a baby sleep.
Before I was a Mom -
I never held a sleeping baby just because I didn't want to put it down. I never felt my heart break into a million pieces when I couldn't stop the hurt. I never knew that something so small could affect my life
so much. I never knew that I could love someone so much. I never knew I would love being a Mom.
Before I was a Mom -
I didn't know the feeling of having my heart outside my body. I didn't know how special it could feel to feed a hungry baby. I didn't know that bond between a mother and her child. I didn't know that something so small could make me feel so important.
Before I was a Mom -
I had never gotten up in the middle of the night every 10 minutes to make sure all was okay. I had never known The warmth, The joy, The love, The heartache, The wonderment or the satisfaction of being a Mom. I didn't know I was capable of feeling so much before I was a Mom.


Only One Mother

Hundreds of stars in the pretty sky,
Hundreds of shells on the shore together,
Hundreds of birds that go singing by,
Hundreds of lambs in the sunny weather.
Hundreds of dewdrops to greet the dawn,
Hundreds of bees in the purple clover,
Hundreds of butterflies on the lawn,
But only one mother the world wide over.


Wonderful Mother

God made a wonderful mother,
A mother who never grows old;
He made her smile of the sunshine,
And He moulded her heart of pure gold;
In her eyes He placed bright shining stars,
In her cheeks fair roses you see;
God made a wonderful mother,
And He gave that dear mother to me.
Pat O'Reilly


And Grandma's too...

While we honor all our mothers
with words of love and praise.
While we tell about their goodness
and their kind and loving ways.
We should also think of Grandma,
she's a mother too, you see....
For she mothered my dear mother
as my mother mothers me.
Author Unknown


Mother's Love

Her love is like
an island in life's ocean,
vast and wide
A peaceful, quiet shelter
From the wind, the rain, the tide.
'Tis bound on the north by Hope,
By Patience on the West,
By tender Counsel on the South
And on the East by Rest.
Above it like a beacon light
Shine Faith, and Truth, and Prayer;
And thro' the changing scenes of life
I find a haven there.
Author Unknown

 Garis Hidupku

Kutertunduk lemah dengan segala impian
Jalan takdirku akan segera terlihat
Akankah datang tetesan air mata kebahagiaan
Atau malah seribu kepahitan yang mendera

Lantunan doa mengiringi langkahku
Rebahkan tangan dan sujudku padaMu
Izinkan Tuhan kuraih cita – citaku
Ulurkan segala ridho untuk jalan hidupku

Akukan terus yakin
Bahwa akukan dapatkan sesuatu yang terbaik
Demi masaku dihari nanti
Yang tak pasti kuketahui
Namun akukan selalu bersyukur
Tuk jalani garis hidupku
Yang telah tertulis dan pasti terjadi


by : Rifky Nur Ahdini


Ibu

Tak henti – hentinya aku mengucap syukur karena telah memiliki sosok ibu sepertimu
Kau rela memperjuangkan hidup dan matimu untuk melahirkanku kedunia ini
Rela menjagaku selama 9bln meski masih dalam kandungan
Dan rela menyitakan waktumu hanya untuk membesarkan dan mendidikku

Ibu.. Kasih sayangmu tak kan bertepi
Kepedulianmu selalu di hati
Kau pelipur lara yang kan abadi
Jiwaku hilang jika tanpamu
Baktiku hanya untukmu
Ketulusan hatiku kan ku lakukan hanya untuk membuatmu tersenyum

Meski lakuku selalu membuatmu sedih
Namun kau selalu mendoakan ku dalam setiap doa yang kau panjatkan
Kasih sayangmu tak kan bisa di bayar dengan uang
Kehadiranmu tak kan bisa di gantikan
Kebahagiaanmu adalah obat untuk langkah hidupku

Ibu.. kau selalu mengajarkan kebaikan untukku
Kau selalu mengingatkan ku jika ku berlaku dan berucap salah
Belaian kasihmu mampu mendamaikan hatiku
Terima kasih atas semua yang telah kau berikan pada malaikat kecilmu ini
Selamat hari ibu
Semoga Tuhan selalu menjaga ibu

by : Rifky Nur Ahdini


Aku

Adakah orang ingin mengenalku tuk berbagi cerita
Adakah orang yang mengetahui karakterku dengan mata terbuka sehingga tak salah dalam memandang
Adakah orang akan bertanya akan aku ketika aku tak pernah menulis satu kata
Adakah orang akan mencari namaku ketika aku tak pernah meninggalkan kesan

Aku adalah diriku yang merajut kehidupan
Berambisi tuk dapatkan kebaikan
Belajar memahami goresan hidup yang pernah terlukis
Berusaha tersenyum meski retakan pilu merasuk diri
Dan selalu berharap dengan khayalan indah kan terjadi

Tak ada kata yang bisa ku ucapkan hari ini
Aku hanya membisu dan menundukkan kepala mengenang luka yang tersayat pedih di hati
Tapi aku sadar jika aku tak melangkah maka aku kalah dengan setetes luka lama
Adakah orang merangkulku tuk membangkitkan asaku?
Tidak, karena berharap pada manusia akan menimbulkan kekecewaan yang tak bertepi

Tuhan izinkan aku merajut kisah yang indah di bumimu
Dengar dan lihat aku dalam doaku
Setetes air mataku ini mampu berkata
Jika aku pasti berharga

by : Rifky Nur Ahdini




JELMAAN MALAIKAT

sempurnamu butakan mata
siapa yang memandangnya
tutur katamu sucikan
siapa yang mendengarnya
budi pekertimu luruskan
siapa yang mecontohnya

waktumu adalah pengabdianmu
tersungkur dalam sujud panjang
tak pedulikan siapa
hatimu bicara pada Tuhan

tak tahu bagaimana kau mengartikan hidup
namun hidupmu berarti bagiku
tak kunjung ku diakhir pencarian
akan salahmu yang tertoreh

aku percayakan
kasih Tuhan bersama hatimu
tak ingin mereguk syurga dunia
yakin syurga yg dijanjikan_Nya

melihatmu
bagai jelmaan malaikat
cahaya wudhumu terpancar indah
menyinari kegelapan hatiku.

created by : Zhakiyah rasyiedh.
Bandung, 09022011; 13:45 WIB

Note : puisi ini mengilustrasikan sosok ibunda saya tercinta ( Iis Badriyah)


Jika Benar

Kesalahan bukan berarti salah
namun kebenaran belum tentu benar

kebenaran adalah hakiki
namun kesalahan tak sama arti

benar itu diakui
tapi pembenaran mengakui

benar adalah perbaikan dari kesalahan
tapi kesalahan adalah kelemahan

jika benar maka salah
jika salah maka benar
benar dan salah adalah nilai

created by : AI Nurasiah Zakiah AR
Wednesdey, 13.30 WIB @ RK B1 C3


Negeriku sakit Jiwa

Aku bersama darah yang mengalir
bangga pada tanah airku
aku bersama nafas yang terpenggal
terbunuh olehnya

negeriku berdarah
karena gejolak rindu kemerdekaan
mereka suguhkan diri
menjemput kebebasan

negeriku berdarah lagi
karena gejolak amarah kenistaan
membunuh atas nama sara
demi mencari pembenaran

tak ada lagi saudara
tak ada lagi kobar semangat persatuan
nyanyian kejayaan itu telah hilang
tenggelam tak berjejak

Wahai bangsaku
apa arti merdeka bagimu??

kau tak peroleh itu
semua menyakiti negeriku
merusak alamnya, menghancurkan jati diri
dan menghilangkan identitasnya

aku tertatih membela merah putih
garuda dengan gagah berdiri
hormat kuberlutut padanya
sang pemersatu negeri

namun dia, mereka
melukai negeriku
kini
negeriku sakit jiwa



Puisi untuk Ibu
oleh: Anita Isah

Ibu,,,
Dirimu adalah orang yang sangat
Berarti bagiku,,,
Karna dirimulah aku ada di dunia ini

Ibu,,,
Dirimu adalah sesosok orang yang tak
Pernah mengeluh akan diriku,,,
Meskipun diriku menyusahkanmu

Ibu,,,
Dirimu adalah harta yang tak ternilai harganya
Yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa untukku
Dirimu adalah orang yang aku cintai didunia ini
Dan yang nomor satu dan kau takkan pernah
Tergantikan oleh apapu,,,

Ibu,,,
Terima kasih untuk segalanya
Dirimu yang telah membuat
Aku hingga menjadi seperti ini
Dirimu yang telah mengasuhku
Membesarkanku,,
Hingga menjadi seperti ini
Karnamulah aku bisa memulai segalanya
Dirimu adalah inspirasi hidupku,,,

Terima kasih wahai Ibu,,,

By : Anita Isah








Aku merindukanmu Ayah
oleh: Umii Kulsum

Ayah..
Kini ku rasakan hidup tanpamu
Aku sepi hidup tanpa mu
Namun ini harus ku jalani
Walau terasa sangat berat ku jalani

Ayah...
Terima kasih atas semuanya
Semua kasih sayang yang kau curahkan
Semua pengorbanan yang kau lakukan

Ayah...
Kini aku merindukanmu
Merindukan saat-saat bersamamu
Merindukan kasih sayang darimu

Ayah...
Ingin rasanya aku berjumpa denganmu
Walau hanya dalam mimpiku
Walau hanya memandang wajahmu

Saat ku butuh ayah
Saat ku rindu ayah
Hanya selembar foto peninggalmu
Yang dapat mengobati rasa rinduku

Tuhan..
Sungguh aku tak pernah rela kehilangan dia
Namun aku sadar semua ini milikimu
Dan akan kembali kepadamu

Tuhan...
Jagalah dia selalu
Bahagiakan dia di sisimu
Karena dia adalah ayah terbaikku

Selamat jalan ayah
Semoga engkau bahagia di sisi-Nya
Semoga kita dapat berkumpul lagi di dalam surga-Nya
Nantilah aku ayah...

Aku sangat merindukanmu ayah...



PUISI UNTUK BUNDA
oleh: Umii Kulsum

Bunda...
Ketika ku tatap wajahmu di dalam tidurmu
Terlihat jelas lelah di wajahmu
Rasa lelah yang hinggap pada dirimu tak pernah di pedulikan olehmu

Bunda...
Setelah kepergian ayah
Engkau seorang diri membesarkan anak-anakmu
Tak ada lagi tempat berbagi untukmu

Dengan sabar kau dengarkan keluhanku
Dengan sabar kau terus menyemangatiku

Bunda...
Tak pernah terukur kasih sayangmu
Tak pernah terbayang pengorbananmu
Sungguh engkaulah cahaya hidupku

Setiap doa kau hanya meminta untuk kami anakmu
Setiap doa kau hanya meminta yang terbaik untuk kami anakmu

Sedikitpun aku tak pernah mendengar keluhanmu
Kau selalu terlihat kuat dan tegar menjalani ini semua
Walau aku tau bunda kau begitu lelah dengan semua ini
Membesarkan kami tanpa seorang suami di sisimu

Sungguh bunda..
Tak akan pernah ku biarkan airmata bergulir di pipimu
Tak akan pernah ku biarkan seseorang menyakitimu
Dan tak akan ku biarkan engkau tersakiti

Tuhan..
Izinkan lah aku untuk bisa membahagiakan dia
Izinkanlah aku untuk terus membuat dia bangga dan menjaganya
Izinkanlah aku untuk membalas semua pengorbanannya

Walau ku tau intan permata di bumi ini tak dapat membalas semua pengorbanannya
Walau ku tau Tak ada yang bisa membuatnya tersenyum
Kecuali ketika dia melihat semua anaknya bahagia

Bunda..
Engkaulah harta paling berharga
Engkaulah Intan permataku
Jangan pernah pergi
Tetaplah bersamaku
Hingga tutup usiamu
Karena aku akan selalu menjaga mu
Di sepanjang usia ku
I LOVE YOU Mom


 Lubuk hatiku...
Oleh : Eka Octaviani S


Puisi Eka Octaviani Saputri
Cintaku...
Kenpa kau pergi meninggalkan ku?
Kenapa kau t'pernah tau isi hati ku?
Kenapa kau selalu membuang wajah,ketika berjumpa dengan ku??
T'pntaskah aku mencintaimu??
Bila TIDAK..
Sungguh malang nasib ku ini,
Teganya alam jagad raya ini terhadap ku?

Cinta..
Kau bagaikan angin..
Ketika datang t'djmput,pulang t'diantar..
Sungguh kejam'y kau menusuk kalbuku yang dalam..
Ketika kau bersamanya..
Seiring wktu berjalan..
Haruskah ku melepaskanya semua ini dari hidupku??
Anday kau tau?
Berhari-hari,berminggu-minggu,berbulan-bulan,dan bertahun-tahun aku menunggumu,
wlau rintangan & cobaan,
Aku tetap sbar & tabah..
Apkah ini balasannya?
Mencntai walau t'dicintai..

Sungguh kau t'pnya hati?
Sungguh kau t'pnya perasaan?
Sblm ajal ku menjemput..
Aku hanya ingin mendengar..
Alunanan kata yang terindah terucap dari mu..
"yaitu"
_I L O V E_


Galau
Oleh : Eka Octaviani S

Waktu & hari cepat silih berganti...
Hati resah & gulana yang selalu menggoyahkan pikiran ku..
Perasaan bmbang yang selalu melanda bayang-bayang semu di hati ku..
T'ada satu pun orang yang tau & mengerti perasa'an ku ini,
Ku tak tau kepada siapalah aku mengadu...
Tiap hari ku tak luput terkena rintikan air mata yang membanjiri wajah yang sedu ini..
Seiring waktu berjalan aku bimbang tak karuan
Ku hanya bisa berbaring
Ku hanya menyesali segala kesalahan
Hanya kepada engkaulah aku bisa mengadu seluruh jiwa & raga serta pikiran yang selalu melanda d dalam benaku ini yaitu Allah SWT semata...


Terima Kasih Ibu
Oleh : Eka Octaviani S

Ibu ....
Engkaulah wanita yang terindah yang pernah ku punya
Engkaulah jiwa dan ragaku
Engkaulah sosok wanita idola yang datang untuku
Kata-katamu sungguh lembut dibandingkan ayah
Tak pantas aku menyakiti hatimu yang begitu tulus menyayangiku
Setiap hari kau selalu mendoakn anak-anakmu
Engkau tak pernah marah jika anakmu nakal
Engkau selalu sabar dalam mendidik kami
Kasih ibu sepanjang masa
Hanya memberi tak hanya kembali
Aku berjanji tak akan membuatmu menangis
Aku ingin membuatmu selalu Tersenyum
Terima kasih ibu atas segalanya
Aku sangat menyayangimu


 Pengorbanan Seorang Ibu
oleh: Umii Kulsum


Puisi Pengorbanan Seorang Ibu
Ibu..
Wanita yang rela mengorbankan nyawanya
Wanita yang rela berjuang demi sebuah senyuman di bibir anaknya
Wanita yang tak pernah mengenal lelah demi kehidupan anaknya

Ibu...
Telaga yang tak pernah habis airnya
Danau yang selalu membawa ketenangan
Lautan yang tak pernah habis ombaknya

Ibu...
Demi putra putrimu
Kau lakukan segala hal
Kau buang semua rasa malu mu
Kau buang semua rasa takutmu
Meski harus berkorban nyawa

Ibu ...
Engkaulah pahlawan ku
Engkaulah pelita ku
Dan Engkaulah Pujaan ku

Maafkanlah putra putrimu

Begitu banyak perkataan yang mungkin telah mengiris hati mu
Begitu banyak perlakuan yang mungkin menjadi luka di hatimu

Maafkan kami buu....
Yang tak pernah bisa menghargai perjuangamu
Yang terkadang melupakan semua yang telah kau korbankan
Yang sering mengabaikan kasih sayangmu buu...

Ibu...
Terima kasih atas semua jasa dan perjuanganmu
Terima kasih atas kasih sayangmu
Dan izinkan kami membuat sebuah senyuman di bibirmu
Ibu.....


  Doaku untukmu Bunda
Puisi Ibu oleh Umii Kulsum


Puisi Bunda
Bunda
Kasih mu tak kan pernah terbalaskan
Sayangmu takkan pernah terbayangkan
Pengorbananmu takkan pernah terhapuskan

Bunda
Dengan penuh pengorbanan kau lahirkan aku
Dengan penuh ketabahan kau besarkan aku
Dengan penuh rasa sabar kau didik aku

Kepada mu lah bunda aku berbakti
Kepadamu lah bunda aku mengabdi
Dan hanya kepada mu lah bunda aku berkorban

Takkan pernah mampu aku untuk melukaimu
Takkan pernah mampu aku untuk melihat mu menangis
Karena semua perjuangan mu tak pantas di balas oleh kekecewaan

Tuhan...
Izinkan aku untuk bisa membahagiakannya
Izinkan aku untuk menciptakan senyuman di bibirnya
Izinkan aku untuk membuatnya menangis penuh bangga pada diri ini

Tuhan ...
Aku hanya ingin sebuah senyuman abadi di bibirnya
Senyuman yang tercipta karena jerih payah ku
Senyuman yang bisa membuatnya berkata “Ibu bangga padamu nak...”

1 Kalimat itu yang aku nantikan
Kalimat yang bisa membuat diri ini merasa begitu berarti
Dan akan selalu ku perjuangkan penantian ini
Hingga ku dengar kalimat itu, walau harus kerja keras

Tuhan...
Bantu aku wujudkan impianku
Buatlah selalu Bunda bahagia
Karena kebahagian dia adalah semangat hidupku
Karena kebahagian dia merupakan kebahagian untukku

Bunda...
Sampai kapanpun aku takkan berhenti berjuang untukmu
Dan sampai kapanpun Takkan pernah habis kasih sayang aku untukmu
Kau begitu berarti untukku bunda

I Love U mom...


 Puisi Ibu
oleh Muhammad Saputra Wibowo

di hatiku terukir indah sebuah nama..
nama yang terus membuatku bertahan..
dari kejamnya kehidupan..

ku tak bisa menggantikan mu dengan yang lain..
ku selalu teringat akan dirimu..
akan semua nasehatmu untuk menghadapi kehidupan..
kehidupan yang kejam dan tak mudah..

ku sadar..
tak selamanya aku berada di sisimu..
tak setiap waktu kau menemanimu..
tetapi ku ingin menghabiskan waktu bersamamu..

ku tau...
ku tak akan pernah mampu..
untuk membalas semua yang telah kau berikan..

ku tak akan bisa..
mengganti semua yang telah kau berikan..

ku hanya bisa..
mengurangi sedikit lelah di pundakmu..
dengan menjadi seseorang yang lebih baik..
dan sesuai dengan yang kau harapkan..

sebelum malaikat maut merenggut nyawaku..
ku ingin kau tahu...
betapa aku mencintaimu..

di hatiku terukir indah nama mu..
masih terukir indah nama mu...
ibu..


  Wanita Terhebat
oleh Yesica Ginting

Ku jajakan kaki ku masuki perkampungan ini..
Kutelusuri jalan berbatuan ini satu persatu

Disudut sana dari kejauhan, Ku lihat sesosok wanita yang sedang menengadahkan kepalanya...
’tuk perhatikan betul orang-orang yang lewat didepan rumahnya...

Ya,, itu Ibuku!
Ibu yang sedang menantikan kedatanganku dari tanah perantauan untuk singgah sesaat melepas rindu...
Ibu yang dulu energik, senyumnya manis kini duduk dengan kursi roda...
Rambutnya yang berontokan, kulitnya kian kisut, menghitam dan keriput...
Dia Ibuku yang bgerhasil lolos dari tabrakan maut empat bulan lalu
Yang kini hanya duduk sendiri, dan menghitung-hitung banyaknya hari...
Kurasakan hari-hari ini sangat berbeda setelah kejadian itu...

Baju dinas bak berbasahkan keringat perjuangan pendidikan yang selalu tergantung di dinding, kini tersusun baik dan rapi di lemari...
Walaupun dengan keadaan mu yang seperti ini Bu,
Engkau tetap ibuku, Ibu yang mengandung aku selama sembilan bulan...
Sakit, dan susah tlah kau rasakan demi aku...
Deretan motivasi, perhatian dan nasihat mu tak kan pernah luntur oleh keadaaan...

Kau wanita terhebat dalam hidup ku
Semangat perjuangan lolos dari maut dan perjuangan mu sampai detik ini kepada kami, gambaran kau adalah wanita yang kuat dan hebat..

Aku akan buktikan pada dunia (mereka) bahwa aku bisa jadi yang terbaik dengan segala kekurangan ku ini...


  Terima Kasih Ibu
Oleh : Eka Octaviani S

Ibu ....
Engkaulah wanita yang terindah yang pernah ku punya
Engkaulah jiwa dan ragaku
Engkaulah sosok wanita idola yang datang untuku
Kata-katamu sungguh lembut dibandingkan ayah
Tak pantas aku menyakiti hatimu yang begitu tulus menyayangiku
Setiap hari kau selalu mendoakn anak-anakmu
Engkau tak pernah marah jika anakmu nakal
Engkau selalu sabar dalam mendidik kami

Kasih ibu sepanjang masa
Hanya memberi tak hanya kembali
Aku berjanji tak akan membuatmu menangis
Aku ingin membuatmu selalu Tersenyum
Terima kasih ibu atas segalanya
Aku sangat menyayangimu


 Puisi untuk Ibu
oleh Sudarmono Herri

ibu....
hanya ke padamu aku bersimpuh
tempat aku mencurahkan isi hatiku
dan kepadamulah aku mengadu
hujan debu panas tiada terasa bagimu

ibu...
di sinilah aku mecurahkan sgenap perasanku
hanya engkaulah pelipur hatiku yang pilu
jiwamu bagai lautan luas mebemtang
padang rumput yang hijau nan sejuk

ibu....
walaupun emas,berlian atau apalah
tidak bisa buat membalas kebaikanmu
walau jalan terseok seok namun masih
menyanyingku
penyakitmu tak juga sembuh..
namun allah masih menyanyinggmu

ibu.....
ku doakan semoga sehat selalu
bisa meminang anak dan cucu
walau tidak sesehat dahulu
jiwa dan ragaku kupersembahkan untukmu ibu...


 KASIH IBU Puisi gimin saputra

Dalam malam kelam diri mu terbangun
Walau mata indah mu berat dibuka
Karena tangis ku yang begitu nyaring
Itu semua tidah jadi penghalang bagi mu
Karena akan sayang mu padaku anak mu
Belum hilang rasa lelah mu
Dari menjaga ku di hari siang
Mengajari mengenal alam dunia
Dengan kasih sayang mu
Sungguh muliah jasa mu oh ibu
Cucur keringat dalam membesarkan ku
Sakit senang engkau lewati
Semua hanya demi keberhasilan ku
Untuk masa depan ku yang panjang
Ibu jasa mu tidak akan terlupakan
Kasih mu tak akan pernah tergantikan
Meski hidup ku sebagai pengantinya
Begitulah besarnya pengorbanan mu
Ibu ku demi akau anak mu

  IBU
Puisi Ratu Rafli

Kau yang telah melahikanku
Dari kecil hingga besar
Aku di urus olehmu .

Jasamu sungguh berarti untukku
bagaimana aku
harus membalasmu

dengan kebaikan oh ibu
sungguh besar jasamu

 

Bunda Tercinta
Puisi Dwi Wahyuni

belaianmu sungguh lembut
ciumamu sungguh manis
kau sabar mendidikku
kau guru pertamaku
bunda...
kau idola pertama ku
sebelum ayah
ku buka album kesayanganku
kau kan ku kenang selamanya


 TAK TERGANTI
Puisi Nurhalimah Lubis

Ketika kupandang lekat pada sudut matamu
Tersimpan derita yang begitu mendalam
Aku tahu disana banyak tersimpan air mata untuk kami anakmu

Air mata yang telah kami lakukan
Ibu
Kamu selalu berharap kami anakmu yang kan jadi nomor satu
Namun sering kali kami melawan dan melalaikan perintahmu

Kami selalu membuatmu bersedih
Mulai sekarang aku bertekad untuk menghapusair matamu...
dan menggantinya dengan canda dan tawa

Terima kasih Ibu
Kau takkan pernah tergantikan di dalam hati kami anakmu


 Dimana Dia
Puisi Aprial Yogi

ingatkah saat kita bersama
fajar yang senantiasa bersinar
kini hanyalah bidadari kecil yang mampu
membuatku tersenyum

aku sadar inilah yang diberikan olehnya
tapi apakah ini semua sudah takdirku

Tuhan dimanakah surga ku kini
sedangkan telapak kakinya telah pergi
meninggal kan ku

apakah mungkin segumpal lahar panas mampu mendingin
sedangkan peri kecil ku hanya membawa setetes embun pagi

ku serahkan semua ini padaMu Tuhan
tapi satu pertannyaan ku
dimana dia

dialah seorang wanita yang menerima amanat
tapi kenapa dia tega tuk berhianat

dia tinggalkan kami
dia biarkan kami meniti angin tanpanya
dia tak tau taufan yg kami lewati
dan dia tak sadar ini semua untuknya

dimana surga ku tuhan
sedangkan ku kehilangan telapak kakinya

dia lah yang mempertaruhkan nyawanya demi aku
dia lah yang mengandung ku
tapi kenapa dia pergi meninggalkan aku

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar