Senin, 10 Desember 2012

KUMPULAN PUISI ROMANTIS

SIANG TAK BERBINTANG

Hanya cinta yang ku punya, bila ada yang kau pinta.?
Karena aku hanya siang yang tak berbintang namun akan ku berikan sinar
redup seteduh rembulan..
Semoga dapat kau terima bila badai menerpa, karena terlihat di sana ada
badai yang akan memisah..
Engkau bagai bunga istana yang mendambakan kumbang, namun berdosakah aku
bila aku hinggap dan mendamba mu..
Dapatkah engkau tanyakan pada mereka disana, apakah CINTA tercipta hanya
insan yang berada lalu kemana agung-Nya cinta.?
bila permata lebih berharga..

Bukankah TUHAN punya rahasia dalam genggaman-Nya sesuatu yang bahagia pada
siapa dan di mana, tiada manusia yang mampu mengiranya..

Jangan ada air mata andai pisah memaksa,namun cobalah pasrah panjatkan
Doa..
Semoga TUHAN mengharumkan sucinya cinta yang kita genggam karena dialah
yang gariskan untuk saling CINTA.


 TENTANG AKU YANG TAK BISA MENCINTAI SANG REMBULAN

Setiap harinya..
Aku semakin dekat menuju kefanaan diri ini..
Sedih..
Tangisan..
Kehampaan..
Sudah tak pernah kupikirkan dalam benakku..
Mencoba melupakan setiap kenangan saat pupus membuat ku terdiam tak
berdaya..
Mematung sendiri dalam sepi dalam lamunan panjang yang menyesakkan rongga
didada..

Seandainya..
Kutetaskan kembali kisah ini dengan darahku..
Maka darah dalam tubuh ini tak kan cukup untuk memenuhi semua tanya..
Dan jika jiwa rapuh ini harus terhempaskan dalam sesalan..
Maka tak seorang pun yang ingin meninggalkan dunia ini..

Pun demikian..
Aku tak tahu lagi..
Bagian mana yang harus diputar ulang..
Karena sama sepertimu..
Aku pun ingin hidup seribu tahun lagi..
Ingin menari bersama hujan saat malam mengucapkan selamat tinggal pada
kita..
Perlahan menyisakan tangis semata ketika semua cerita menjadi kenangan
diujung senja..

Aku tak mengerti..
Bagian mana lagi yang harus disusun awal kisahnya..
Karena sama sepertimu..
Aku pun tak ingin ada elegi yang menyambut datangnya segenap asa..
Namun..
Dunia ini terasa sempit untuk ku dapat bernafas lega..
Terlalu gelap untuk berjalan saat mata tertutup menahan semua gejolak..

Aku pun tak ingin pergi sekarang..
Sebab kau tahu itu dengan pasti..

Yaa robbana..
Seandainya jawaban dari setiap doa ini tak dapat lagi aku lihat..
Maka hapuskanlah genangan tangis dari kedua bola mataku..
Seandainya jawaban dari setiap doa ini tak bisa kurengkuh dengan tanganku..
Maka biarlah aku merekah menjadi sempurna dimusim semi nanti..
Dan seandainya jawaban dari setiap doa ini tak kan dapat aku sentuh dengan
jiwaku..
Maka izinkan aku menoreh sebuah cerita untuk senja diesok pagi..
Serangkaian kisah tentang aku yang tak pernah bisa mencintai sang rembulan..
Yang harus terakhiri dengan hujan ketika ku pergi dan tak kan kembali lagi..
Perlahan pasti menutup mata disepertiga akhir malam pertemuan antara kau dan
juga aku.

  HADIRMU

hadirmu
memberikan warna berbeda
dalam hidupku
memberikan keceriaan
di hari hariku yang kelabu

kau mampu menghapus
luka di hatiku
kau mampu menghapuskan
rasa sedih di hatiku

kau balut dengan kasih sayang
dan ketulusan hatimu
kau mampu memberikan kebahagiaan
kebahagiaan yang aku nantikan

semua karnamu
aku mampu tersenyum kembali
karnamu.


  Tentang Rasaku Padamu Kini

Aku ingin
Memulainya dari awal
Menjadikannya dari ada,
Menjadi tiada

Masih ada senyum itu meninggalkan luka menganga yang begitu dalam
Memadamkan lentera merah saga di hatiku
Aku membecimu
Sungguh, sungguh kata itu tak mampu mengungkapkan bagaimana perasaanku padami, kini

Begitu indahnya caramu meninggalkanku
Sementara aku masih saja tetap terpaku
Pada momen yang sama
Aku tak bisa mempercayainya,kau tahu itu?

Aku hanya ingin
Lazuardi biru esok menyapaku
Menggantikan berkas sinarmu yang memudar
Dan hilang ditelan oleh pahitnya hari.


 CERITAKAN DENGANKU

Ceritakan semua padaku.
Aku ingin tau.
Aku memang ingin tau.
Karena aku ingin ada untuk semua itu.
Semua-mu.
Mengapa?
Kenapa?
Tangiskan jika kau mau.
Basahi dadaku dengan isakmu.
Teriakkan jika itu perlu.
Paksa aku memberikan solusi-solusi terbaikku.
Jangan menyimpannya untukmu sendiri.
Aku disini mendengarkanmu.
Aku takkan jauh untuk kau bercerita semaumu.
Mulailah dari satu hal yang kau anggap mudah untuk kau memulainya.
Aku takkan jenuh.
Takkan jemu.
Luapkan padaku.
Bahkan jika itu adalah tentangku.

  “ Kembalilah kau padaku “
 
Ingin ku ungkap semua
Tentang Rasa yang ku punya
Sesal yang ku rasa saat ini
Mendera… membakar jiwa ini

Namun tetap saja kau membisu….
Namun Selalu saja kau begitu…
Tak pernahkah engkau mengerti
Dan berikan waktu untukku berbagi

Akan ku buktikan kepadamu…
Rasa sesal ini tulus untukmu
Kumohon kembalilah kau padaku… hu…hu
Kita rajut lagi kisah yang lalu

Mari kita coba benahi…
Cinta yang dulu pernah mati…..!


  Selamat Jalan Kasih

Tak pernah bosan aku pandangi
Siluet Wajahmu yang kupajang di sudut kamar
Ada tersirat Cerita yang belum sempat kita tuntaskan
Tentang Cinta
Tentang janji yang dulu pernah kita sepakati

Kini kau telah pergi jauh….
Jauh dan tak mungkin kembali
Airmataku pun tak sanggup rasanya
Menemani dan mengiringi kepergianmu
Hingga di persinggahan terakhir

Masih kusimpan Sebait puisi
Yang belum sempat aku berikan kepadamu
Yang ku tulis saat terakhir sebelum kau pergi
Tentang Perasaanku….
Tentang Bahagiaku…..
Memiliki cinta yang begitu sempurna

Kini kaupun tersenyum di keabadianmu
Selamat Jalan Kasih……
Do’a ku selalu mengalir untukmu
Semoga kau Bahagia di sana.


  'Puisi Cinta'

Kala malam turun ke bumi
Angin sepoi menyapa hatiku
Khayalku menggantung dipenghujung asaku
Adakah engkau tau keinginan yang mengebu
Akan isi hatiku
Daun-daun melayang tinggi
Membisikam puisi cintaku
Akankah kamu menerimanya
Hatiku hanya untukmu
Hanya engkau pujaan hatiku
Aku cinta padamu
Kan kusyairkan puisi cintaku
Hanya untukmu


 Tambatan Cintaku

Seandainya kau tahu
Betapa sulitnya waktuku berlalu tanpamu
Seandainya kau mengerti
Betapa perihnya hatiku kau sakiti
Tapi kau hanya ingin tahu
Seberapa besar cintaku padamu
Seberapa dalam rindu ini ku simpan untukmu

Kau salah. . .
Cintaku kecil padamu
Lebih kecil dari kuku kuku jarimu
Tapi slalu ada. . .

Rinduku dangkal untukmu
Lebih dangkal dari mata kakimu
Tapi tetap terisi air
Cukup untuk menyegarkan hidupmu

Apalah arti cinta bila tak saling mencinta?
Apalah arti abadi bila tak saling mengerti?

Tapi cintaku tak seperti kata mutiara
Cintaku nyata
Yang tidak hanya sesaat melenakan mata
Tapi cintaku?
Bersemi laiknya turi yang tumbuh di tengah tengah ilalang
Tetap putih meski dihempas derasnya hujan
Tetap bersemi di tengah terik matahari
Itulah cintaku,
Yang hanya padamu
Ku tambatka.


 JANTUNGKU

dalam bahasa kalbu ku uraikan segenggam doa
meminta dan mengiba atas nama cinta
tuk tegar dalam menguasai cemburu hati
tuk sanggup membina cinta yang redup
entah kesetiaan seperti apa yang ku punya
namun hati ini tetap satu untukmu
entah seberapa jauh kau berlari
ku tetap di belakangmu....
meski ada nyawa yang terbuang
ku rela

adakah kau mengerti disana
istanaku tetap utuh seperti dulu
penuh dengan hiasan canda dan tawamu
dan masih mekar pula bunga yang kau titipkan itu
dalam asa ku berdoa
ku jaga cintamu....
ku jaga hatimu...
ku jaga salu.....

kau ingin tahu doaku padaNya?

" Yaa Rabbi..
ku takkan biarkan cintaku terbias oleh Kuasamu
ku takkan pernah takut padaMu
Demi Cinta.......
Demi Namamu...
seberapa besar Kuasamu
seberapa berat ujianMu

ku hadapi dengan senang hati
meski Kau utus seribu Izroil Kepadaku.
meski kau luluhkan air nerakaMu

Aku Tak Takut.

Karna dia adalah harapanku
karna dia adalah nyawaku
dan karena dialah....
pembawa kasihMu padaku

Namun...
jika Kau berikan dia untukku...
Demi Keagunganmu.

Ku berani Kehilangan dia sekarang
tapi pertemukanlah aku dengannya
Dalam Hari KeabadianMu nanti"


  Satu Hayal Di Taman Fatahila

Suatu waktu
aku tersenyum
melihatmu di antara ramainya
para pendamba cinta
kau riang berlari-lari kesana kemari
berlompatan
kau permainkan helai-helai rambutmu
sesekali kau kerlingkan ujung matamu
saat kutatap cantikmu
di Taman Fatahila …

Ah, sayangku…
Betapa ingin kutemani kamu
bersepeda ontel bertopi lebar
arungi bahtera asmara
sambil menghitung bekas tapak-tapak kaki kita
hingga bisa ciptakan rindu dan cinta
dalam dekapan tanganmu
sembari kau sandarkan kepala
pada punggungku…

Namun ….
aku tersenyum kembali
Setelah mataku nyata menatap keheningan
dan hanya lampu-lampu temaram
yang menggigil diterpa angin mendung
ucapkan kata “Selamat malam
pujangga cinta sampai esok lagi bertemu
di Taman Fatahila…”


  Pada Kamu

Aku melihat suara lewat matamu
Saat bibirmu tertutup rapat
Tapi jelas membuatku makin
menatapmu bersama degup jantungku
yang tak pernah menentu…

Apa pernah kamu mendengar cinta
yang tak bersuara meneriakkan
manisnya kesedihan ?
itulah aku yang ada di kamu
pada sebilah cinta
yang tlah menggores hati
sedalam dalamnya …

Aku melihat suara lewat senyummu
saat matamu terjemahkan rindu
hmm…aku kian terpesona pada indahnya
kamu..
pada cantiknya
kamu

Aku melihat suara setiap saat
lewat segalamu
tentang kamu.



Look ! Eyes Have Been Said A Love

Kamu yang sekarang memenuhi relung hatiku.
Kamu yang sekarang menghias mimpi-mimpi kelamku.
Kamu yang mewarnai kehidupanku.
Kamu yang menorehkan kenangan dikepalaku.

Langit diatas berbisik kekelaman kepadaku.
Memenuhi telinga halusku akan godaan memilikimu.
Tak sanggup menolak, namun tak bisa juga menerima.
Langit tetap setia membisikkan hal itu bahkan ketika aku berkelana di
alam mimpi.
Sungguh suatu kesetiaan yang sudah lama kunantikan.

Aku tertunduk ketika tahu hanya bisa berharap.
Aku terdiam ketika memahami bahwa cinta tak mesti memiliki.
Melepasmu tertawa bersama yang lain.
Merelakanmu mencintai yang lain.

Tampakkah dimataku ketika menatapmu, ketika berbicara padamu ?
Tampakkah cinta disetiap tawa yang coba aku hadirkan padamu?
Tatap, pahami dan resapi.
Hatiku remuk, namun demi kamu aku rela.

Cinta yang kurasakan tak sempat terungkap.
Bagai kayu yang tak sempat memohon ketika api memanjakannya.
Cinta yang kurasakan tak sempat terbalas.
Bagai tumbuhan yang tak sempat merasakan lembutnya air hujan.



When I'm Missing You

Kangen yang tak berujung menghampiri hati.
Rindu yang tak berdosa menyambangi jiwa.
Terdiam.
Aku kembali terdiam.

Pertemuan singkat tadi melegakan jiwa.
Dinginnya hati kembali menghangat melihat sosok dirimu.
Hanya obrolan singkat yang keluar dari mulutku.
Menahan hasrat ingin memeluk dirimu.

Ketika kangen.
Sampaikanlah pada malam.
Ketika rindu.
Sampaikanlah pada angin.

Malam yang setia akan menyampaikan kangen.
Angin yang tenang menyejukkan akan menyampaikan rindu.
Rindu yang kurasakan bermekaran tanpa meminta pupuk.
Rindu yang kualami tumbuh tanpa meminta aliran air.

Jemariku mengeluarkan hasrat rindu.
Kata-kata kurangkai mengalirkan hasrat rindu.
Lidahku sunyi menahan siksaan hasrat rindu.
Pikiranku penuh memuat hasrat rindu.

Aku rindu kamu.
Aku kangen kamu.
Tak ada keraguan atas itu.
Yakinlah,
seyakin cintaku yang mencintaimu . . .



Love = Cinta

Jamahlah rinduku yang tertuang di lepas malam ini.
Hirup wangi cinta yang semerbak mewangi mengiringi rindu.
Bayang wajahmu menghiasi relung hatiku.
Mewarnai sukma pemandangan jiwa.

Rasa yang dulu terkubur ntah dimana.
Kini bangkit.
Khayalku tak mampu menerka mengapa itu bisa terjadi.
Aku hanya tahu, aku cinta kamu.

Jalinan cinta kita yang suci tanpa noda.
Terhiasi bulir-bulir kenangan indah.
Bersama kita lewati jalan romansa ini.
Taklukkan halang rintang yang setia menemani.

Rembesan hujan tadi menjadi saksi bisu.
Kecupan hangat kuhaturkan untuk menenangkan hatimu.
Menyalurkan cinta.
Menawarkan keraguan hati.

Dengarkanlah bisik hatiku.
Pahamilah bisik hatiku.
Rasakanlah bisik hatiku, dan
Sambutlah bisik hatiku.

Bersama kita tanam benih cinta ini.
Menuai bersama ketika semi datang.
Bertahan saat gugur menyapa.
Mendinginkan ketika panas menyentuh, dan
Menghangatkan saat dingin memeluk.

Ketika ragu menghampiri.
Percayalah aku akan menyeka keraguan itu.
Ketika luka menggoresmu.
Percayalah aku yang memegang penawar luka itu.

Ketahuilah,
Mengertilah,
Tetapkanlah, bahwa
Love = Cinta . . .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar